Menjual "ganja Online" sebagi upaya melestarikan tanaman Asli Indonesia.

Laman

Minggu, 29 Desember 2013

Ganja akan legal di Atceh


Lambang Negara Atjeh
Aceh memiliki ladang ganja terbesar di Asia Tenggara yang tersebar di hutan-hutan, mulai dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Besar hingga Kabupaten Bireuen. Struktur tanah yang subur di Aceh dan curah hujan yang tinggi membuat tanaman Cannabis ini menjadi sangat baik dan berkualitas. Ganja digunakan untuk penyedap masakan seperti gulai kambing, dodol Aceh, mie Aceh, kopi Aceh dan sebagainya untuk menambah cita rasa makanan. Kemahiran orang Aceh dalam meracik masakan dengan penyedap berbahan ganja (daun, biji dan batang) membuat kuliner Aceh menjadi identik dengan tanaman ganja.
UNODC (United Nation on Drug and Crimes) melaporkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil ganja terbesar di wilayah Asia Tenggara. Wilayah Indonesia yang paling banyak ditanami ganja adalah Provinsi Aceh.
Di beberapa negara, ganja sudah digunakan untuk keperluan industri dan medis. Berbagai hasil penelitian telah membuktikan bahwa mariyuana dapat menjadi obat yang ampuh. Misalnya, seseorang yang menderita lumpuh dapat disembuhkan dengan menggunakan ganja sebagai alat terapi penyembuhan penyakit Kanker, Glukoma, HIV/AIDS, dan gangguan penyakit lainnya.
Status Kemerdekaan Atjeh
Sekarang ini sedang hangat-hangatnya berita tentang bendera Atjeh yang berkibar diseluruh pelosok Nanggroe Atjeh Darussalam (NAD). Berkibarnya bendera Aceh ini melambangkan kemerdekaan provinsi Atjeh keluar dari NKRI. Kemerdekaan Atjeh memang sudah dari dulu diidam-idamkan rakyat Atjeh namun oleh karena intimidasi, doktrinisasi, maka rakyat jadi takut untuk jujur mengatakan keinginannya merdeka.
Perjanjian Helsinki yang ditandatangani Pemerintah Indonesia bersama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah sebuah bentuk perjanjian kemerdekaan secara de facto yang diberikan kepada Aceh. Cut Justisia, anggota dewan Pakar Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) mengatakan, "Di dalam isi perjanjian itu Aceh bisa membuat partai sendiri, mata uang, bahkan bisa melakukan perdagangan internasional sendiri. Itu artinya Aceh sudah berdaulat secara de facto."
Bendera Aceh Merdeka Berkibar
Kalau kita menilik dari kesepakatan Helsinki, yang mana NAD boleh melakukan perdagangan internasional sendiri dan memiliki mata uang sendiri, sangat mungkin bagi Aceh bisa membuat aturan hukum sendiri terkait perdagangan ganja. Aceh bisa menjual ganja sendiri ke luar negeri sebagai komoditas ekspor. Aceh hanya akan menjual ganja ke negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat yang sudah melegalkan ganja untuk kegunaan medis dan industri.
Legalisasi Ganja di Aceh
Indonesia tidak perlu khawatir seandainya nanti ganja legal di Aceh, sebab aturan perdagangannya akan dikelola secara profesional oleh pemerintah Atjeh. Seandainya pun pemerintah Atjeh tidak bisa menjamin bahwa ganja dari negaranya sebagian akan di bawa ke Jakarta atau dijual diluar Atjeh, itu tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang Atjeh memperdagangkan ganjanya. Justru Indonesia lah yang seharusnya berpikir bagaimana solusinya dalam menghadapi perubahan kebijakan atau dinamika bernegara dan berkedaulatan. Pemerintah Indonesia harus memahami gejolak perubahan hukum internasional terkait legalisasi ganja dan bukan dengan cara memerangi Atjeh dengan alasan memerangi peredaran ganja.
Legal atau tidak legal, ganja sudah menjadi bahagian dari sejarah dan budaya bangsa Aceh. Lalu kenapa pemerintah Indonesia harus takut pada tanaman ganja di Aceh? (cpt)
Share:

Ganja di AL-bania


Albania adalah pemasok ganja terbesar di Eropa, sebagian besar berasal dari Lazarat, sebuah kota dengan populasi penduduk 2.000 jiwa. Pertanian ganja tersebut dikerjakan oleh pekerja musiman yang menghasilkan sekitar 900 ton ganja per tahun. Ganja yang dihasilkan bernilai sekitar € 4.5 miliar ($ 6 miliar), hampir sepertiga dari perekonomian Albania.
Ganja masih ilegal di negara Balkan, tapi banyak orang mengatakan polisi tidak mampu atau tidak mau campur tangan dalam urusan ganja di Lazarat.
Cannabis adalah sumber pendapatan utama bagi penduduk Lazarat. Warga kota Lazarat siap mempertahankan ladang ganja dari serangan polisi. Warga desa sering menembakkan Kalashnikov di udara pada malam hari setelah para pekerja meninggalkan ladang.
Di halaman sebuah rumah yang menghadap desa yang dikelilingi dinding beton yang tinggi dengan kawat berduri diatasnya, sekitar 30 orang bekerja dalam suasana yang tenang. Mereka bekerja melepaskan tunas tanaman ganja kering yang disimpan dalam kantong plastik. Untuk satu kilo pucuk ganja, mereka di bayar sekitar 10 euro atau perhari 17 euro.
Bagi mereka yang bekerja dengan baik akan mampu menyewa kamar di hostel Gjirokastra, atau membayar € 1 per malam untuk kamar dengan tiga atau empat orang.
Harga dua kilo ganja senilai dengan satu ton gandum. Meskipun kondisi pekerjaan yang keras, bekerja di ladang ganja jauh lebih menguntungkan daripada di pertanian umum.
Seorang produsen ganja Lazaret membeli benih dari Italia atau Belanda seharga 4 sampai 10 euro, yang dapat menghasilkan 0,3 hingga 0,5 kilogram untuk menjual. Satu kilo ganja menghasilkan 220-250 euro di Albania, dan seharga 1.000 sampai 2.000 euro jika di jual di pasar Eropa.
Penduduk desa hanya berurusan dengan produksi dan kemasan, selanjutnya ada "bos besar” yang mengendalikan pasar. Anti-money Laundering di Albania mengatakan bahwa uang hasil penjualan ganja illegal di cuci di Albania atau negara barat lainnya.
Meskipun Albania berperan sebagai pemasok utama ganja di Eropa, namun setiap terjadi penangkapan polisi hanya menyita ganja dalam jumlah yang relatif kecil. (IG)
Share:

Sex tahan lama dengan Ganja


Ingin Merasakan Sex Yang Lebih Nikmat? Hisaplah Ganja
Pada zaman India kuno, ganja sudah digunakan dalam sistem pengobatan Ayurvedic untuk tujuan meningkatkan libido, mempertahankan ereksi, menunda ejakulasi dan memfasilitasi pelumasan pada alat kelamin wanita.
Beberapa praktisi seks Tantra menganjurkan untuk meminum Bhang, yaitu semacam milkshake yang terbuat dari ganja dan rempah yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan seksual. Menurut salah satu sumber, pekerja seks wanita di India makan serbat bhang untuk membantu mereka agar terangsang.
Pada abad ke-19, perempuan perawan di Serbia diberi campuran lemak domba dan ganja pada malam pernikahan mereka agar hubungan sex tidak terasa sakit pada malam pengantin (hubungan sex pertama). Maroko, Mesir, Lebanon dan bangsa Timur Tengah lainnya dan juga budaya Afrika Utara menggunakan ganja untuk tujuan seksual yang dikenal dengan nama Kif di awal abad ke-20.
Disamping dapat mempertinggi indra, ganja juga bisa membuat orang menjadi lebih santai dan membuat orang merasakan efek fisiologis.
Bersamaan dengan peningkatan denyut jantung, perubahan aliran darah dan respirasi, menurut William Novak, penulis buku High Culture: Marijuana Dalam Kehidupan Orang Amerika; "Neurochemistry, hormonal systems and brain regions such as the temporal lobe are affected by both marijuana and sexual arousal." 
Ingin Merasakan Sex Yang Lebih Nikmat? Hisaplah Ganja
THC (delta-9-tetrahydrocannabinol), bahan aktif yang terdapat pada ganja dapat melepaskan dopamin di otak yang menyebabkan "High" (tinggi/giting) dan THC dapat meniru efek anandamide, yaitu efek seksi yang alamiah yang disebut neurokimia.
Akan tetapi ganja tidak selalu berhubungan dengan kemampuan seks. Bagi para biarawan, ganja memiliki efek berlawanan. Pertapa dan biksu justru menggunakan ganja untuk membebaskan diri dari hasrat seksual. Selain digunakan untuk membantu mereka selama bermeditasi, ganja juga digunakan untuk mencegah keinginan seksual mereka.
Dalam konteks hubungan seksual, mengkonsumsi ganja sebelum melakukan hubungan sex akan membuat konsentrasi menjadi sulit untuk fokus pada pasangan sebab pikiran Anda akan disibukan dengan merenungkan makna kehidupan. Atau ketika Anda sedang giting, anda akan menjadi terlalu berlebihan menyadari segala sesuatu yang salah dalam hubungan Anda.
Efek ganja dalam hubungan sex tergantung pada penerimaan seseorang terhadap ganja itu sendiri. Pada pasangan yang mengkonsumsi ganja, mungkin salah satu (pria/wanita) dapat merasakan mood sedangkan yang satunya lagi tidak. Atau salah satunya harus benar-benar giting baru bisa merasakan kenikmatan seksualitas yang tinggi.
Ganja dan kualitas hubungan sex
Memang, ketika kita sedang menggunakan ganja, kita akan banyak merasakan sesuatu hal yang sangat baik. Tetapi penggunaan ganja yang terlalu banyak dalam jangka yang sangat panjang dapat mengakibatkan rendahnya motivasi untuk melakukan hubungan seks.
Ada beberapa orang yang melaporkan adanya peningkatan libido. Dalam satu studi, beberapa pasangan mengatakan mereka mencapai kenikmatan sex yang lebih besar. Pada pria ereksi menjadi lebih keras dan pada wanita mereka menjadi lebih basah dan lebih mampu mencapai orgasme saat sedang giting.
Masyarakat umumnya percaya bahwa menghisap ganja dapat menyebabkan kerusakan sistem reproduksi, yang berpengaruh pada produksi testosteron dan hormon lain yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kesuburan, menstruasi dan mengurangi ereksi pada pria. Kelompok Prohibitionists (penentang legalisasi ganja) mengatakan “Ganja akan menurunkan jumlah sperma Anda." Akan tetapi hasil penelitian ilmiah selalu bertentangan dengan argumen mereka.
Memang benar bahwa sel-sel dari sistem reproduksi akan sangat tinggi pada orang gemuk dan ini menyebabkan penyerapan dan penyimpanan THC lebih banyak daripada kebanyakan sel lainnya dalam tubuh. Inilah faktor yang menyebabkan beberapa peneliti percaya bahwa ganja dapat menurunkan kadar testosteron. Tetapi pada beberapa kasus, pengguna ganja pria dapat mengembangkan "man boobs" mereka dengan melokalisasi deposit lemaknya.
Menurut Novak, "Belum pernah ada penelitian epidemiologi yang membuktikan adanya peningkatan infertilitas pada ganja yang dikonsumsi manusia. Penelitian mengenai tingkat reproduksi secara keseluruhan tidak menemukan adanya penurunan tingkat reproduksi di negara-negara di mana tingkat penggunaan ganja sangat tinggi. (cpt)
Share:

Antara Ganja dan tembakau

Ganja yang di campur dengan tembakau 
 
 
 
 
 
Mencampur ganja dengan tembakau tidak saja akan mengurangi rasa nikmat dari ganja yang kita hisap, akan tetapi lebih daripada itu, mencampur ganja dengan tembakau menjadikan ganja tidak sehat.
Banyak orang yang mencampur ganja dengan tembakau dengan alasan agar ganja yang dihisap tidak terlalu berat dan menjadi sedikit lebih lembut. Ada juga yang mencampur ganja dengan tembakau agar jumlah ganja yang dilintingnya menjadi lebih banyak. Padahal dengan mencampur ganja dengan tembakau membuat ganja menjadi tidak murni masuk kedalam tubuh kita. THC (tetrahydrocannabinol) yang tercampur dengan nikotin dapat menggangu kesehatan kita. Oleh karena itu sebagai aktifis ganja dan sesama pengguna ganja seharusnya menegur dan mengingatkan orang yang melinting ganja dengan campuran tembakau.
Berikut ini adalah tiga alasan penting yang perlu diketahui pengguna ganja untuk tidak mencampur ganja yang dihisapnya dengan tembakau.
(I). Tidak Sehat
Ganja memiliki banyak manfaat pada tubuh manusia, bukan hanya membuat orang merasa high (tinggi/giting). Penelitian terbaru membuktikan bahwa mengkonsumsi ganja secara murni dapat membantu mengurangi risiko beberapa jenis penyakit kanker dan penyakit lainnya. Sedangkan jika kita merokok ganja dengan campuran tembakau, ganja yang kita hisap akan tercampur dengan nikotin yang dapat merusak zat THC yang ada dalam ganja.
(II). Kecanduan yang berhubungan dengan nikotin
Untuk penikmat ganja yang bukan perokok tembakau, mencampur ganja dengan tembakau sama dengan meletakkan substansi lain yang super adiktif yang bernama nikotin masuk ke dalam sistem tubuh. Hal ini dapat menyebabkan gejala penarikan fisik dan keinginan untuk menghisap ganja jauh lebih banyak dari jumlah yang sebenarnya kita butuhkan. Untuk penikmat ganja yang juga perokok tembakau, mencampur ganja dengan tembakau akan membangun hubungan antara nikotin dan zat aktif (THC) yang ada pada mariyuana. Jika Anda ingin menjadi pengguna ganja yang murni dan berniat untuk berhenti atau mengurangi merokok tembakau, kebiasaan mencampur ganja dengan tembakau akan menyulitkan Anda dalam usaha berhenti merokok.
(III). Mencampur ganja dengan tembakau akan membunuh aroma dan rasa asli dari ganja
Salah satu bagian paling menyenangkan dari menghisap ganja adalah merasakan sensasi asap yang masuk kedalam paru-paru. Kira-kira sama seperti orang yang merokok cerutu. Ganja memiliki ribuan strain (hasil perkawinan silang dari beberapa jenis ganja) dengan berbagai sensasi rasa dan aroma. Mencampur ganja bersama tembakau akan mencemari rasa dan aroma strain ganja yang khas.
Bagaimana menurut pendapat anda mengenai kebiasaan mencampur ganja dengan tembakau? Apakah anda sering melakukannya? Silahkan berikan komentar anda di bawah ini.
Share:

KOntak Order

Nama

Email *

Pesan *

pcash

Ganja Shop

Ganja Shop

Daftar Isi Blog

Total Tayangan Halaman